• English
  • Indonesian

header

Tentang Haltim

KONDISI FISIK DASAR WILAYAH

Kondisi Geografis

Kabupaten Halmahera Timur merupakan bagian dari Provinsi Maluku Utara. Kabupaten ini terdiri dari 10 kecamatan dan 102 desa dengan luas total 14,202,01 Km2, dimana luas daratan mencapai 6.506,19 km2 atau 45,8%. Selebihnya didominasi lautan besar 7.695,82 Km2 atau 54,2%. Kabupaten ini berada pada sisi utara garis khatulistiwa dengan letak astronomis pada 00 4’- 10 Lintang Utara dan 1620 450’-1290 Bujur Timur.

Batas Wilayah Kabupaten Halmahera Timur terdiri atas :

  1. Sebelah Utara: berbatasan dengan Teluk Kao
  2. Sebelah Timur: Berbatasan dengan Laut Halmahera
  3. Sebelah Selatan: Berbatasan dengan Kecamatan Patani dan Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah
  4. Sebelah Barat: Berbatasan dengan Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulaun (Undang-undang No. 1 /2003 Pasal 10)

Cakupan wilayah Kabupaten Halmahera Timur berupa kepulauan Sebagaimana Tersebut Dibawah ini :

Tabel 2

Nama Pulau-Pulau

Di Kabupaten Halmahera Timur

NAMA PULAU

LUAS (Km2)

Mou

Mlaus

Mislui Kecil

Mislui Besar

Belingsuli Kecil

Mabuli

Gifao

Pakal

Fo

Maba

Sain

Lelief

Plun

Mia

Woor

Woto

Cef

Inggelang

Sil

Jiew

Gee

So

Jara-Jara

Roni

Burung

Akesalaka

10,80

236,80

5,90

11,20

1,50

108,20

0.90

639,00

1,20

22,50

0,90

10,70

17,80

8,40

167,50

116,70

76,60

404,30

45,60

18,70

179,10

0,50

1,70

35,90

20,60

0,70

 

2.245,00

Kabupaten Halmahera Timur merupakan pemekaran dari Kabupaten Halmahera Tengah sejak tahun 2003. Sebelum pemekaran, Halmahera Timur dapat ditempuh dua hari perjalanan dari ibukota kabupaten (Kota Tidore). Sekitar 80% desa/kelurahan berada di daerah pantai sedangkan 20% lainnya di daerah pegunungan. Topografi bergunung pada sisi tengah dataran membuat pertumbuhan penduduk dan pemukiman berada pada sisi pesisir. Pusat-pusat pertumbuhan bermunculan di kawasan pesisir.

Ketinggian tempat bervariasi dari pantai hingga 1400 mdpl. Keadaan ini akan mempengaruhi terhadap karakteristik dan mata pencaharian masyarakat. Topografi pegunungan membagi wilayah Wasile, terbentang pada sisi tengah Kabupaten Halmahera Timur. Pegunungan pada satu sisi dan sisi sebaliknya adalah pesisir.

Secara geo-strategis, Halmahera terletak pada jalur Internasional. Persilangan perdagangan yang sangat strategis. Jalur Australia-Timor Lest eke Filipina dan sebaliknya, jalur perdagangan Sulawesi (Manado-Makassar ke Jayapura-Papua New). Letaknya yang menghadap laut lepas memiliki potensi pengembangan kawasan berupa pelabuhan transit dan perikanan. Kondisi demikian secara strategis jika mampu dimanfaatkan dengan baik maka akan memperbesar PAD daerah. Laut lepas juga memungkinkan adanya eksploitasi terukur potensi kelautan. Halmahera Timur secara umum menyimpan potensi yang sangat kuat. Letaknya di bibir Samudra Pasifik, sehingga di masa yang akan dating wilayah ini berpeluang meraih beragam keuntungan ekonomi, khususnya dalam arus perdagangan alternatif.

Untuk saat ini tarikan pelabuhan Tobelo dan Ternate masih sangat kuat. Distribusi barang dan jasa terpusat pada daerah tersebut. Mahalnya transportasi darat akibat prasarana yang cukup mahal, sehingga membuka peluang distribusi barang melalui laut.

Transportasi udara sebagai bandara transit sementara ini, masih memungkinkan pengembangan di masa mendatang. Kecepatan dan biaya menjadi alternative arus barang dan penumpang dibandingkan transportasi darat dan laut. Saat ini baru ada dua operator penerbangan yang menggunakan Bandara Buli. Rute tersebut saat ini sudah melayani rutin setiap hari, sehingga membuka peluang arus barang dan penumpang lebih banyak. Perluasan bandara dan perpanjangan run-way memungkinkan lebih banyak alternatif jenis pesawat dapat mendarat.

Kondisi Topografi

Permukiman dan budidaya pertanian memerlukan kemiringan lereng darat hingga landae. Hal ini memberi kemudahan dalam akses untuk mobilitas. Dominasi daerah datar hingga landai pada kawasan pesisir. Kemiringan landai diperlukan untuk pertanian terutama untuk distribusi air.

Kelayakan tempat tinggal ditujukan dengan kemiringan lereng 0-15% lahan yang memiliki lereng hingga 15 persen yang sesuai untuk perumahan atau bangunan seluas lebih dari 83.000 hektare atau hampir 13 persen dari luas wilayah kabupaten. Total terdapat 650.619 hektare merupakan persediaan lahan yang cukup untuk pengembangan pemukiman.

Yang perlu diperhatikan adalah prioritas penggunaanya, karena lahan dengan kemiringan tersebut juga sesuai untuk usaha pertanian, terutama pertanian tanamna pangan. Salah satu perimbngan yang perlu dalam menentukan prioritas adalah, bahwa lahan atau tanah subur sebaliknya diprioritaskan untuk pengembangan pertanian tanaman pangan. Untuk pengembangan perumahan atau bangunan dapat menggunakan lahan atau tanah yang relatif tidak subur.

Kabupaten Halmahera Timur memiliki Variasi Ketinggian dari 0 hingga 1.400 di atas permukaan laut. Pengunungan menempati sisi barat Kabupaten ini, berangsur-angsur landau hingga pantai. Pegunungan membentang dengan arah Timur Laut Daya. Nominasi pemukiman pada daerah landai hingga datar (pantai).

Ibukota Kecamatan berada pada pesisir, seperti Wayamli, Buli, Bicoli, dan Maba. Keuntungan dari Halmahera Timur menghadap langsung ke Samudra Pasifik. Pacth area (area laut) yang luas memungkinkan peluang terjadinya gelombang besar, badai dan tsunami. Sebaliknya untuk sisi Teluk Kao, kecil kemungkinan terjadi bencana oleh laut.

Kondisi Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Halmahera Timur tahun 2011 (Halamhera Timur dalam angka 2012, Hal. 55), yang merupakan angka hasil proyeksi sensus penduduk 2010 yang berjumlah sebesar 72.966 jiwa. Kecamatan dengan jumlah penduduk tebesar adalah Kecamatan Wasile Selatan sebesar 11.265 jiwa, sedangkan Kecamatan dengan jumlah penduduk terendah adalah Kecamatan Wasile Utara yakni sebesar 4.350 jiwa.

Walaupun Keacamatan Wasile Selatan memiliki jumlah penduduk terbesar, akan tetapi Kecamatan dengan Kepadatan penduduk tertinggi adalah Kecamatan Wasile Timur, yakni 27,91 jiwa/Km2, sedangkan Kecamatan dengan kepadatan penduduk terendah adalah Kecamatan wasile utara, yakni 6,26 jiwa/Km2.

Pada tahun 2011, rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Halmahera Timur sebesar III yang berarti bahawa jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dari pada jumlah penduduk perempuan. Bila dilihat pola rasio jenis kelamin per Kecamatan seluruhnya bernilai di atas 100, berarti seluruh kecamatan di Kabupaten Halmahera Timur memiliki jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dari pada jumlah penduduk perempuan.

Piramida penduduk Kabupaten Halmahera Timur tahun 2011 terkategori sebagai tipe ekspansive dimana sebagian besar penduduk berada pada kelompok umur muda. Dasar piramida yang cukup lebar menunjukkan angka rasio ketergantungan penduduk muda yang cukup tinggi, sementara puncak piramida yang menciut tajam menunjukkan angka rasio ketergantungan penduduk tua yang rendah.

Tabel 3

Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan, Jenis Kelamin dan Rasio Jenis Kelamin

Kabupaten Halmahera Timur, 2011

Kecamatan

Laki-Laki

Perempuan

Rasio Jenis

Kelamin

Maba Selatan

3.230

3.025

107

Kota Maba

4.197

3.490

120

Wasile Selatan

5.198

5.347

111

Wasile

4.755

4.372

109

Wasile Timur

4.616

4.269

108

Wasile Tengah

2.482

2.402

103

Wasile Utara

2.288

2.062

111

Maba

5.357

4.646

155

Maba Tengah

2.745

2.385

115

Maba Utara

3.826

3.460

111

Jumlah

39.414

35.458

111

   Sumber : BPS Kabupaten Halmahera Timur, 2011

                   (Halmahera Timur Dalam Angka, 2012)

 

Tabel 4

Luas Daerah dan Jumlah Penduduk

Kabupaten Halmahera Timur, 2011

Kecamatan

Luas Wilayah (Km2)

Jumlah Penduduk

Maba Selatan

485,51

6.255

Kota Maba

835,71

7.687

Wasile Selatan

1.377,61

11.265

Wasile

483,95

9.127

Wasile Timur

318,4

8.885

Wasile Tengah

474,9

4.884

Wasile Utara

694,59

4.350

Maba

408,5

10.003

Maba Tengah

527,68

5.130

Maba Utara

899,45

7.286

Jumlah

6.506,19

74.872

Sumber : BPS Kabupaten Halmahera Timur, 2011

                     (Halmahera Timur Dalam Angka, 2012)